Minggu, 16 November 2014

Indikator mengenai korupsi
§  CPI (Corruption Perceptions Index)
§  GCB (Global Corruption Barometer)
§  BPI (Bribe Payers Index)
CPI
1.        Apakah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia?
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia adalah sebuah instrumen pengukuran tingkat korupsi kota-kota di seluruh Indonesia. IPK Indonesia merupakan hasil survei kuantitatif terhadap pelaku bisnis. Rentang indeks IPK Indonesia adalah 0 sampai dengan 10, 0 berarti dipersepsikan sangat korup, 10 sangat bersih.

2.        Siapa yang membuat metode dan disain survei IPK Indonesia?
Disain riset dan metode survei IPK Indonesia dikembangkan oleh peneliti dari Transparency International Indonesia.

3.        Sejak kapan IPK Indonesia diluncurkan?
IPK Indonesia telah diluncurkan sejak tahun 2004, dan sejak saat itu sampai sekarang sudah diluncurkan sebanyak empat kali (2004, 2006, 2008, 2010).

4.        Untuk tujuan IPK Indonesia, bagaimana korupsi didefinisikan?
Dalam IPK Indonesia, TI-Indonesia menggunakan definisi Transparency International tentang korupsi, yaitu penyalahgunaan wewenang publik untuk kepentingan pribadi. Definisi umum ini kemudian diturunkan menjadi definisi operasional yang diambil dari Undang-undang No 31, 1999 junto UU No. 20, 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi, yang mengelompokkan korupsi menjadi 7 kategori yaitu:
1.     Kerugian keuangan negara
2.     Suap-menyuap
3.     Penggelapan dalam jabatan
4.     Pemerasan
5.     Perbuatan curang
6.     Benturan kepentingan dalam pengadaan
7.     Gratifikasi

5.        Mengapa IPK Indonesia hanya didasarkan pada persepsi?
Sangat sulit melakukan survei kuantitatif untuk mengumpulkan data empirik mengenai korupsi, karena pada dasarnya korupsi adalah tindakan melanggar hukum dan dilakukan sembunyi-sembunyi. Persepsi kelompok bisnis diambil karena diasumsikan kelompok ini memiliki banyak pengalaman berhadapan dengan situasi korupsi.

6.        Berapa tahun sekali IPK Indonesia diluncurkan?
IPK Indonesia diluncurkan setiap dua tahun sekali oleh TI-Indonesia

7.        Berapa kota yang disurvei dalam IPK Indonesia?
Survei IPK Indonesia terakhir (2010) dilakukan di 50 kota di seluruh Indonesia. Kota-kota yang disurvei meliputi 33 ibukota Propinsi, ditambah 17 kota lain yang dianggap signifikan secara ekonomi. Ke depan, tidak tertutup kemungkinan kota yang disurvei ditambah.

8.        Siapa responden IPK Indonesia?
Responden survei IPK Indonesia adalah kalangan pelaku bisnis. Pelaku bisnis dikategorikan berdasarkan ukuran usaha menurut klasifikasi Badan Pusat Statisik, yaitu Kecil (jumlah pegawai 1-19 orang), menengah (20-99 orang), dan besar (jumlah pegawai di atas 100 orang). Responden juga harus merupakan pengambil keputusan dalam perusahaannya minimal di tingkat manajer.

9.        Apakah kota dengan skor tertinggi menandakan kota tersebut bersih dari korupsi? Bagaimana dengan kota dengan skor terendah?
Tidak. Skor tertinggi dalam IPK Indonesia menyatakan bahwa pelaku bisnis di kota tersebut menganggap bahwa pelayanan publik dalam kota tersebut tidak lazim terjadi korupsi dan pejabat pemerintah daerah dan penegak hukum serius dalam penanganan korupsi. Sebaliknya, kota dengan skor terendah juga tidak berarti kota tersebut adalah kota paling korup.

10.     Apa hubungan IPK Indonesia dengan Corruption Perception Index (CPI)?
Di luar fakta bahwa keduanya adalah instrumen yang dikembangkan oleh TI, dan keduanya menggunakan rentang indeks yang sama, tidak ada hubungan antara IPK Indonesia dan CPI. Secara metode, IPK Indonesia sangat berbeda dengan CPI. IPK Indonesia adalah hasil survei yang dilakukan TI-Indonesia, sementara CPI merupakan gabungan indeks-indeks yang dihasilkan lembaga-lembaga di luar TI. IPK Indonesia mengukur tingkat korupsi pada kota-kota di Indonesia, CPI mengukur tingkat korupsi negara-negara dunia.

Barometer korupsi global
Survei dengan tajuk Global Corruption Barrometer (GCB) ini bertujuan mengukur efektivitas pemberantasan korupsi dan mengidentifikasi sektor-sektor publik yang rawan korupsi di setiap negara. Basis dari survei ini adalah pengalaman masyarakat, membedakannya dengan dua survei TII yang lain, yaitu Corruption Perceptions Index (CPI) dan Bribe Payers Index (BPI). Sumber data CPI adalah pendapat para ahli sedangkan BPI adalah pendapat pelaku bisnis. Survey GCB menanyakan secara langsung kepada publik tentang pengalaman, penilaian dan peran mereka dalam pemberantasan korupsi

Indeks pembayar suap
Kegemaran menyuap itu diukur dengan yang namanya Indeks Pembayar Suap (Bribe Payers Index atau BPI). Besarnya indeks antara 0 (nol) sampai 10 (sepuluh). Makin kecil indeks makin menunjukkan bahwa pengusaha-pengusaha di suatu negara gemar menyuap dan sebaliknya makin kecil indeks menunjukkan makin bersih pengusaha-pengusaha di suatu negara dalam menjalankan bisnisnya di luar negeri.

Fraud adalah tindakan curang, yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan diri-sendiri/kelompok ATAU merugikan pihak lain (perorangan, perusahaan atau institusi)
Jenis-jenis fraud
1.        Fraud terhadap asset
2.        Fraud terhadap laporan keuangan
3.        Korupsi
1)       Konflik kepentingan
2)       Suap menyuap

pelaporan penipuan

Insentif / Tekanan:
Stabilitas keuangan atau profitabilitas terancam oleh ekonomi, kondisi industri, atau operasi entitas
 tekanan yang berlebihan ada untuk manajemen untuk memenuhi persyaratan utang
 kekayaan bersih pribadi secara material terancam

peluang:
Ada estimasi akuntansi signifikan yang sulit untuk memverifikasi
 Ada pengawasan yang tidak efektif atas pelaporan keuangan
 omset tinggi atau akuntansi tidak efektif, audit internal, atau teknologi informasi staf ada


Sikap / Rasionalisasi:
 komunikasi yang tidak tepat atau tidak efisien dan dukungan dari nilai-nilai entitas jelas
 Ahistory pelanggaran hukum adalah dikenal
 Manajemen memiliki praktek membuat perkiraan yang terlalu agresif atau tidak realistis


penyalahgunaan aset
tekanan
 kewajiban keuangan pribadi menciptakan tekanan untuk menyalahgunakan aset
 hubungan Merugikan antara manajemen dan karyawan memotivasi karyawan untuk menyalahgunakan aset
kesempatan
 Ada kehadiran sejumlah besar uang tunai di tangan atau persediaan barang
 Ada pengendalian internal yang tidak memadai atas aset
sikap
 Mengabaikan kebutuhan untuk memantau atau mengurangi risiko aset menggelapkan ada
 Ada mengabaikan pengendalian internal

Secara hukum pengertian "korupsi" adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Masih banyak lagi pengertian-pengertian lain tentang korupsi baik menurut pakar atau lembaga yang kompeten.
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
·         perbuatan melawan hukum,
·         penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
·         memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
·         merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Kolusi adalah kesepakatan dua belah pihak atau lebih secara tersembunyi dan tidak jujur serta melawan hukum untuk melancarkan usaha salah satu pihak untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya diwarnai dengan korupsi yaitu penyalahgunaan wewenang yang dimiliki oleh salah satu pihak atau pejabat negara.

Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori.



Contoh soal audit manajemen beserta jawabannya


Soal audit manajemen
1.    Konsep dasar audit manjemen
a.    Sebutkan jenis-jenis audit bila ditinjau dari luas pemeriksaan dan jenis pemeriksaan dan audit manajemen temasuk ke dalam jenis auditditinjau dari sudut yang mana?
Jawab!
Ditunjau dari luas pemeriksaan
-        Pemeriksaan umum
-        Pemeriksaan khusus
Ditinjau dari jenis pemeriksaan
-        Audit opersional
-        Pemeriksaan ketaatan
-        Pemeriksaan intern
-        Audit komputer
Audit manjemen termasuk ke dalam jenis audit operasional (management audit) yaitu pemeriksaan terhadap kegiatan operasional perusahaan

b.    Apa yang dimaksud dengan audit manajemen?
Jawab!
Audit manjemen adalah evaluasi terhadap seluruh prosedur & metode organisasi perusahaan dalam tujuan unutk mengevaluasi tingkat efisiensi, efektifitas, dan ekonomis perusahaan.

c.    Jelaskan 3 macam perbedaan antara audit manajemen dan audit keuangan?
Jawab!

Audit manjemen
Audit keuangan
Pelaksana audit
Audit internal
Audit eksternal
Tujuan audit
Untuk mengevaluasi & efisien, efektifitas, ekonomis perusahaan
Memeriksa laporan keuangan perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi
Penerima laporan
manajer
investor

d.   Sebutkan tahapan dalam audit manajemen?
Jawab!
1.      Pengenalan ruang lingkup perusahaan
2.      Rencana persiapan & organisasi
3.      Pengumpulan fakta & pemahaman dokumen
4.      Riset dan analisis
5.      Laporan

2.    Teknik dan pendekatan audit manajemen
a.    Jelaskan informasi apa saja yang perlu dikumpulkan dalam proses pengenalan usaha perusahaan?
Jawab!
Informasi yang perlu dikumpulkan adalah :
1)      Aspek penjualan      : bagaimana perusahaan melaksanakan penjualanya, produksinya, kebijakan kreditnya & pesaingnya
2)      Aspek produksi       : hasil produksi, sifat produksi, tenaga kerja.
3)      Aspek keuangan      : cash flow, saldo bank, modal.
4)      Aspek SDM             : kebijaka untuk SDM, gaji.

b.    Apa yang dimaksud dengan penugasan khusus dalam audit manajemen dan sebutkan faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam penugasan khusus tersebut?
Jawab!
adalah apabila seorang auditor yang berasal dari Indonesia melakukans pemeriksaan pada operasi perusahaan di luar negeri.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah :
1)      Bahasa
2)      Budaya
3)      Adanya praktek bisnis yang berbeda
4)      Faktor-faktor lainnya (lingkungan, jam kerja, kesehatan)

3.    Perilaku dalam manajemen audit
Dalam manajemen audit, koordinasi antara auditor eksternal dan auditor internal sangat diperlukan sebutkan manfaat yang diperoleh dari masing-masing pihak di atas?
Jawab!
Manfaat dari masing-masing auditor sbb :
Auditor eksternal
Auditor internal
-        Memiliki pengalaman lebih baik dari operasi klien
-        Adanya kerjasama dan koordinasi
-        Dapat lebih mengetahui penekanan pemeriksaan
-        Pertukaran teknik audit yang terbaru
-        Area pekerjaan lebih jauh
-        Mendapat sesuatu pengertian tentang indenpendensi, standar pemeriksaan dll yang membuat mereka lebih profesioanal
-        Penilaian eksternal terhadap efektifitas fungsi internal sangat membantu auditor manajemen

4.    Temuan kekurangan dan pelaporan manajeen hasil audit
a.    Jelaskan secara singkat apa saja karateristik dari temuan kekurangan?
Jawab!
§  Cukup signifikan dan pantas dilaporkan ke manajemen
§  Didokumentasi oleh fakta, bukan opini dan bukti yang memadai, kompeten dan relevan.
§  Secara objektif dikembangkan
§  Relevan dengan masalah
§  Cukup menyakinkan agar kesimpulan beralasan, logis dan berdasarkan fakta.
b.    Apa yang dimaksud dengan laporan audit manajemen?
Jawab!
§  Suatu dokumen yang didistrusikan secara reguler kepada manajemen senior, dewan direksi dan panitia audit.
§  Suatu rekomendasi-rekomendasi untuk perubahan dalam prosedur dan standar.
§  Permintaan perhatian terhadar area yang mempunyai risiko tinggi.
§  Melaporkan penilaian terhadap kualitas dari sistem dan prosedur.
§  Memenuhi tujuan manajemen bukan auditor.

5.    Sebutkan 6 komponen dalam audit pemasaran beserta penjelasan secara singkat
Jawab!
1.      Audit lingkungan pemasaran yaitu mencakup analisis kekuatan ekonomi makro dalam lingkungna tugas organisasi.
2.      Audit strategi pemasaran yaitu memfokuskan pada penelaahan dari tujuan dan strategi pemasaran organisasi.
3.      Audit organisasi pemasaran yaitu perhatian secara khusus pada penilaian kemampuan struktur organisasi.
4.      Audit sistem pemasaran yaitu mencakup mutu dan sistem
5.      Audit produktivitas yaitu menguji dari program pemasaran

6.      Audit fungsi pemasaran yaitu penilaian rinci bauran pemasaran.